BYD baru-baru ini menyatakan hasratnya untuk memperkenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia. Mobil listrik ini dibekali kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi medan off-road, menjadikannya penantang bagi kendaraan off-road konvensional yang selama ini didominasi oleh mesin diesel.
Pernyataan ini disampaikan oleh Liu Xueliang, General Manager Divisi Penjualan Mobil Asia-Pasifik BYD, dalam sebuah sesi wawancara dengan media Indonesia di Zhengzhou, Henan, China. Liu menegaskan bahwa langkah ini didorong oleh tingginya kebutuhan akan mobil yang fleksibel dengan teknologi dual mode.
Permintaan akan kendaraan seperti Denza B5 diwujudkan oleh infrastruktur pendukung yang masih belum memadai untuk kendaraan listrik di berbagai negara. Menurut Liu, BYD berkomitmen untuk mencari solusi mengatasi permasalahan ini dengan menawarkan teknologi yang lebih adaptif.
Kebutuhan Mobil dengan Teknologi Dual Mode di Indonesia
Berdasarkan pengamatan BYD, ada banyak keluhan dari pelanggan mengenai kesulitan yang mereka hadapi terkait jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Hal ini mendorong perusahaan untuk menghadirkan solusi melalui produk yang dapat beroperasi dalam mode ganda. Ini memberi kenyamanan lebih bagi pengguna, terutama di daerah yang kurang mendukung infrastruktur EV.
Kemampuan kendaraan listrik untuk beroperasi dalam mode hibrida dianggap penting untuk menjawab tantangan tersebut. Dalam hal ini, Denza B5 tampil sebagai pilihan menarik, dengan sifatnya yang dirancang untuk mampu menghadapi berbagai rintangan dan kondisi jalan. Dengan kata lain, kendaraan ini tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga adaptabilitas.
Menurut Liu, teknologi yang dimiliki BYD terbukti efektif dalam banyak uji coba. Ini termasuk kemampuan Denza B5 yang dirancang khusus untuk kinerja off-road, menjadikannya kompetitor serius bagi sejumlah merek yang telah ada sebelumnya. Hal ini semakin memperkuat keyakinan BYD dalam memperkenalkan produk ini ke pasar Indonesia.
Perkenalan Denza B5 sebagai Pesaing Mobil Off-Road Terkenal
Denza B5 pertama kali diluncurkan di Australia pada Januari 2026 dan langsung menarik perhatian sebagai rival dari kendaraan populer seperti Toyota Prado, Ford Everest, dan Isuzu MU-X. Ini mencerminkan ambisi BYD untuk bersaing di segmen yang cukup menantang di industri otomotif.
Liu menekankan bahwa sudah saatnya BYD mempertimbangkan cara untuk mempromosikan dan mengenalkan teknologi DM ke konsumen Indonesia. Harapan ini sejalan dengan keinginan untuk membangun kehadiran yang lebih kuat di regional tersebut, terutama di tengah permintaan yang terus meningkat.
Dengan adanya berbagai kemajuan teknologi yang dihadirkan BYD, Denza B5 berupaya untuk memastikan bahwa pengguna kendaraan listrik tidak hanya memiliki alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan pengalaman berkendara yang optimal di segala kondisi. Ini menjadi nilai tambah bagi pemilik kendaraan off-road.
Strategi Investasi dan Komitmen BYD di Indonesia
BYD telah menetapkan Indonesia sebagai fokus utama untuk investasi asing, dengan berkomitmen membangun pabrik di Subang yang memakan biaya lebih dari Rp11 triliun. Investasi semacam ini menunjukkan kepercayaan investasi mereka dalam pasar otomotif Indonesia, yang dinilai memiliki potensi sangat besar.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta memungkinkan BYD untuk lebih cepat memenuhi kebutuhan pasar lokal. Dengan adanya pabrik ini, mereka dapat memperkenalkan lebih banyak model kendaraan ke konsumen serta mendukung pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik hingga ke daerah-daerah.
Sikap optimis BYD juga sangat dipengaruhi oleh respons positif terhadap model Atto 1, yang sebelumnya diperkenalkan di Indonesia. Respon yang baik ini menunjukkan minat dan kepercayaan konsumen terhadap produk BYD, membuka peluang bagi mereka untuk menghadirkan inovasi lebih lanjut.




