Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah fokus pada keandalan sistem kelistrikan di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah Pulau Nias, Sumatra Utara, di mana persiapan tengah dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan energi.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, mengecek langsung Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunungsitoli pada hari Minggu. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pembangkit dalam menghadapi kemungkinan gangguan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem selama masa libur.
Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya stabilitas pasokan energi demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pasokan listrik yang andal akan mendukung kelancaran aktivitas ibadah serta kehidupan sehari-hari selama perayaan hari besar keagamaan.
Pentingnya Keandalan Energi Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
Dalam kunjungan tersebut, Yuliot menegaskan bahwa PLTMG Gunungsitoli memegang peranan strategis sebagai pendukung utama sistem kelistrikan di Pulau Nias. Dengan total kapasitas terpasang mencapai 5 x 6,9 megawatt (MW), pembangkit ini diharapkan mampu memenuhi beban puncak listrik di wilayah tersebut.
“PLTMG Gunungsitoli menjadi penopang utama saat beban puncak terjadi,” ungkap Yuliot. Kesiapan sistem operasional pembangkit berada dalam kondisi prima, memastikan adanya energi primer yang cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan pada malam Natal dan tahun baru.
Pemerintah memastikan bahwa cadangan bahan bakar minyak dan gas juga aman. Ini merupakan langkah penting dalam menjamin ketersediaan listrik, terutama saat kebutuhan meningkat karena aktivitas masyarakat yang lebih padat selama masa liburan.
Progres Pemulihan Infrastruktur Kelistrikan Pascabencana
Dalam kesempatan yang sama, Yuliot melaporkan tentang kemajuan pemulihan sistem kelistrikan di beberapa wilayah Sumatra Utara yang sempat terpengaruh oleh bencana. Proses pemulihan ini berlangsung dengan cepat berkat kesiapan tim dari ESDM dan PT PLN (Persero).
Dia menjelaskan bahwa dari 554.048 pelanggan yang terdampak, sebanyak 541.678 di antaranya telah mendapatkan kembali pasokan listrik. Ini menunjukkan bahwa usaha dan kesigapan tim penanggulangan bencana cukup efektif dalam mengatasi masalah yang ada.
Meski demikian, masih ada sisa 2.370 pelanggan yang belum mendapatkan kembali pasokan listrik. Hal ini bukan karena masalah pasokan, tetapi karena akses menuju lokasi mereka terhambat oleh longsor.
Infrastruktur Penunjang yang Siap Hadapi Beban Puncak
Pemerintah juga mengungkapkan bahwa seluruh infrastruktur yang mendukung pembangkit, termasuk fasilitas regasifikasi LNG, berada dalam kondisi optimal. Ini penting untuk memastikan bahwa penyediaan energi dapat dilakukan tanpa hambatan selama periode Nataru.
Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan layanan kelistrikan yang handal dan berkelanjutan. Terutama bagi masyarakat di daerah-daerah terluar seperti Pulau Nias, yang tengah mempersiapkan diri untuk menyambut momen keagamaan.
Dengan infrastruktur yang siap dan sistem operasional yang terjaga, masyarakat di Pulau Nias diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita. Semua langkah ini diambil untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya merayakan, tetapi juga merasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.




