Tiongkok baru saja mengambil langkah berani dengan melarang penggunaan gagang pintu mobil listrik tersembunyi atau retractable. Keputusan ini menempatkan negara tersebut sebagai yang pertama dalam menghapus desain yang dianggap kontroversial, yang banyak digunakan oleh produsen, termasuk Tesla milik Elon Musk.
Keputusan ini muncul setelah pengawasan ketat dari berbagai lembaga di seluruh dunia, menyusul beberapa insiden fatal yang melibatkan gagang pintu tersebut. Ketentuan ini menjadi penting mengingat keselamatan penumpang adalah prioritas utama dalam industri otomotif saat ini.
Salah satu contoh kasus yang menyoroti risiko dari desain ini adalah model Xiaomi, di mana gagang pintu tersembunyi terbukti menghambat proses evakuasi saat terjadinya kebakaran. Meskipun bagian ini dianggap futuristik, banyak pihak kini meragukan keamanan fitur tersebut.
Satu fakta menarik adalah bahwa meskipun gagang pintu ini diklaim memiliki nilai aerodinamis yang tinggi, banyak insiden menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan risiko besar. Kasus-kasus tersebut semakin mendorong pemerintah untuk bertindak tegas dalam pengaturan keselamatan mobil listrik ini.
Risiko yang Terkait dengan Gagang Pintu Tersembunyi
Pada dasarnya, gagang pintu listrik tersembunyi mengundang berbagai risiko yang tidak bisa diabaikan. Salah satu risiko mencolok adalah kegagalan fungsi saat terjadi kecelakaan, yang dapat menyulitkan proses evakuasi.
Selain itu, terdapat insiden pintu beku di musim dingin Changchun 2024 yang membuat penumpang terjebak di dalam kendaraan. Situasi ini menunjukkan betapa kritisnya desain yang tidak efektif dalam memastikan keamanan penumpang.
Biaya perbaikan untuk sistem gagang pintu elektrik juga terbilang tinggi, dengan laporan menyatakan bahwa biaya tersebut bisa tiga kali lipat lebih mahal daripada mekanisme mekanis. Hal ini menambah beban ekonomi bagi pemilik kendaraan yang mengalami masalah.
Tak kalah penting, ada laporan meningkatnya keluhan dari orang tua tentang anak-anak yang jari mereka terjepit atau bahkan mengalami patah tulang karena mekanisme pintu yang buruk. Mengingat betapa berbahayanya situasi ini, tindakan pencegahan harus segera diambil.
Data dan Statistik: Sebuah Peringatan
Data yang didapat dari Indeks Keselamatan Otomotif Asuransi Tiongkok (C-IASI) menggambarkan pada kenyataannya bahwa pintu elektrik hanya berhasil terbuka 67 persen saat uji tabrak samping. Angka ini jauh di bawah pintu mekanis yang mencapai tingkat keberhasilan 98 persen.
Statistik ini menjadi alarm bagi para produsen otomotif untuk mengevaluasi kembali desain kendaraan mereka dan memastikan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Dalam dunia otomotif, keandalan sebuah fitur sangat penting untuk keselamatan penumpang.
Dengan fakta-fakta ini, banyak kalangan mulai menilai kembali penggunaan gagang pintu elektrik dalam desain mobil masa depan. Tiongkok, sebagai pasar besar, mengambil langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan standar keselamatan.
Saat ini, banyak pemangku kepentingan dalam industri otomotif semakin memperhatikan peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok ini. Melalui peraturan ini, diharapkan keselamatan kendaraan bisa semakin meningkat dan insiden berbahaya dapat diminimalisir.
Peraturan Baru dan Implementasinya ke Depan
Peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok memuat ketentuan bahwa setiap mobil yang dijual di negara tersebut diharuskan memiliki mekanisme pembukaan kunci mekanis, baik dari luar maupun dalam. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Lebih lanjut, terdapat ketentuan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok yang mengharuskan setiap pintu penumpang memiliki ruang cekung dengan ukuran tertentu. Ukuran ini bertujuan agar penumpang dapat dengan mudah mengakses pegangan pintu.
Selain itu, di dalam mobil listrik, harus ada tanda berukuran minimal yang menunjukkan cara membuka pintu. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan dan meningkatkan keselamatan saat keadaan darurat terjadi.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya Tiongkok untuk menjadi pemimpin dalam regulasi keselamatan otomotif global. Hal ini menandakan perhatian yang serius terhadap risiko yang muncul dari inovasi teknologi dalam kendaraan listrik.




