Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, mengungkapkan bahwa penjualan mobil di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. Data menunjukkan bahwa penjualan belum mampu menembus angka 1 juta unit yang menjadi target sebelum masa pandemi.
Proyeksi untuk penjualan mobil sepanjang tahun ini hanya mencapai sekitar 850 ribu unit. Angka tersebut masih di bawah kapasitas produksi yang mencapai 2,5 hingga 2,6 juta unit per tahun.
“Proyeksi penjualan mobil nasional tahun ini sekitar 850 ribu unit dari total kapasitas produksi 2,5 sampai 2,6 juta unit,” ujar Agus, saat menghadiri Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Ia menyatakan harapannya agar target ini dapat tercapai bahkan terlampaui pada akhir tahun.
Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi saat ini belum cukup kuat untuk membawa kembali penjualan mobil nasional ke level sebelum pandemi. Angka penjualan yang dihasilkan masih belum bisa menggambarkan potensi pasar yang ada.
Perlu Strategi Bersama untuk Meningkatkan Penjualan Mobil
Agus menekankan pentingnya kerja sama di antara semua pemangku kepentingan dalam industri otomotif. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan strategi yang efektif untuk memulihkan pasar mobil.
“Sekali lagi kami harus bersama seluruh stakeholders, kita cari cara-cara yang untuk bisa kembali me-rebound-kan industri yang sangat penting ini,” tuturnya. Ia percaya upaya ini bisa dilakukan secara bertahap.
Kendati pasar domestik melambat, Agus mencatat kinerja ekspor yang positif. Selama tahun 2025, ekspor kendaraan utuh atau CBU mencatat pertumbuhan, yakni mencapai 518 ribu unit, meningkat 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa penjualan retail mobil Indonesia pada tahun lalu mencapai 833.692 unit, sementara untuk wholesales tercatat 803.687 unit. Ini menunjukkan bahwa perolehan tersebut melampaui target revisi yang ditetapkan untuk 2025, yang hanya sebesar 780 ribu unit.
Data Penjualan Mobil di Indonesia dan Angka Ekspor
Walaupun penjualan wholesales dan retail tahun lalu menunjukkan hasil positif, Agus mengingatkan bahwa hasil tersebut belum mampu menyamai angka penjualan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, penjualan retail tercatat sebanyak 889.680 unit.
Dalam hal ini, wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 865.723 unit. Hal ini menunjukkan adanya penurunan, meskipun target yang telah direvisi tetap terlampaui.
Sebuah tantangan besar bagi industri otomotif, khususnya di pasar domestik, untuk mengembalikan gairah dan kepercayaan konsumen setelah masa pandemi. Inisiatif dan pendekatan inovatif perlu diterapkan untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap kendaraan baru.
Dalam konteks ini, Agus berharap, para pelaku industri akan saling mendukung dan berkomitmen dalam merumuskan langkah-langkah strategis. Dengan demikian, diharapkan industri otomotif nasional tidak hanya bangkit tetapi juga tumbuh lebih kuat di masa depan.
Peluang Pemulihan Sektor Otomotif di Indonesia
Dengan berbagai tantangan yang ada, peluang untuk pemulihan sektor otomotif di Indonesia tetap terbuka. Transformasi digital dan inovasi produk menjadi salah satu kunci untuk menghadapi era baru di industri otomotif.
Penerapan teknologi ramah lingkungan juga menjadi perhatian, sejalan dengan tren global menuju mobilitas berkelanjutan. Hal ini memberi harapan baru bagi produksi dan penjualan kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui dukungan kebijakan yang tepat dan peningkatan investasi, sektor otomotif diharapkan dapat kembali bergeliat. Kegiatan pameran seperti IIMS juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan inovasi dan menumbuhkan minat konsumen terhadap produk otomotif.
Agus Gumiwang menekankan pentingnya inovasi dalam menarik minat konsumen. Penekanan terhadap kualitas produk serta pelayanan yang memuaskan akan menjadi faktor penentu dalam meningkatkan penjualan mobil di masa mendatang.
Melalui kerja keras dan sinergi antara pemerintah dan industri, diharapkan industri otomotif nasional mampu bangkit dari keterpurukan dan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.




