Hino telah menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam sektor kendaraan komersial di Indonesia. Dengan lebih dari empat dekade pengalaman beroperasi, perusahaan ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan industri otomotif lokal dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Sejak dimulainya perakitan di Indonesia pada tahun 1982, Hino telah membuat kemajuan signifikan, yang saat ini ditegaskan melalui tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hino Indonesia Manufacturing, yang dikenal sebagai HMMI, telah berkembang untuk memproduksi berbagai jenis kendaraan, termasuk truk dan bus, yang memenuhi standar lokal dan internasional.
Perjalanan Hino di Industri Otomotif Indonesia
Sejarah Hino di Indonesia dimulai pada tahun 1982 ketika perusahaan ini pertama kali mendirikan fasilitas perakitannya. Selama bertahun-tahun, Hino telah melakukan sejumlah investasi untuk memperluas kapasitas produksinya dan meningkatkan inovasi dalam teknologi kendaraan.
Pada tahun 2003, Hino Indonesia Manufacturing berubah nama menjadi Hino Motors Manufacturing Indonesia, menandakan fase baru dalam operasi mereka dan komitmen yang lebih besar terhadap perkembangan industri otomotif. Dalam prosesnya, perusahaan ini telah menghasilkan ribuan kendaraan yang sangat penting bagi transportasi barang dan penumpang di seluruh Indonesia.
Saat ini, Hino memiliki mayoritas kepemilikan sebesar 90 persen oleh Hino Motor Ltd, sedangkan sisa 10 persen dimiliki oleh Grup Indomobil. Dengan nilai investasi tercatat sebesar US$112,5 juta, Hino menunjukkan keseriusannya dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hino juga telah meraih sertifikasi TKDN untuk 31 model kendaraan niaga, dengan persentase antara 44,35 persen hingga 57,26 persen. Ini menunjukkan bahwa Hino berkomitmen untuk menggunakan komponen lokal dalam proses produksinya.
Harianto Sariyan, Direktur HMMI, menekankan bahwa mereka berusaha keras untuk memastikan bahwa produk yang mereka hasilkan tidak hanya memenuhi standar lokal tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif di pasar global.
Penguatan Rantai Pasok dan Pengembangan Lokal
Salah satu faktor yang membedakan Hino dari kompetitornya adalah fokus pada pengembangan rantai pasok lokal. Hino mendukung pengembangan suplier dalam negeri agar mampu berkontribusi terhadap produksi kendaraan. Dengan meningkatkan kemampuan lokal, Hino tidak hanya membantu ekonomi tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Indonesia.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Hino di pasar domestik dan internasional. Selain itu, Hino juga berusaha untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi di setiap tahap produksi.
Harianto menyebutkan bahwa Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) Hino saat ini mencapai 14,10 persen. Ini merupakan indikator positif bahwa Hino melakukan investasi yang besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur lokal.
Hino kini memiliki fasilitas produksi yang luas, dengan kapasitas sebesar 75 ribu unit per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 1.500 tenaga kerja. Dengan area seluas 296.000 m² dan bangunan yang mencapai lebih dari 169.000 m², pabrik Hino di Purwakarta adalah salah satu dari yang terbesar di Indonesia.
Keberadaan fasilitas produksi yang modern ini memungkinkan Hino untuk memproduksi berbagai jenis kendaraan, termasuk light-duty dan medium-duty trucks serta bus, yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.
Kontribusi Hino dalam Pasar Global
Hino tidak hanya berfokus pada pasar dalam negeri tetapi juga aktif berpartisipasi dalam pasar global. Sejak ekspor perdana pada tahun 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor kendaraan utuh dan komponen ke berbagai negara di Asia Tenggara dan lebih jauh lagi.
Negara tujuan ekspor termasuk Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan bahkan hingga ke Jepang. Dengan terus meningkatkan kualitas produk dan proses produksi, Hino berambisi untuk memperluas jangkauan pasarnya lebih jauh lagi.
Komitmen Hino untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global merupakan strategi cerdas yang tidak hanya memperkuat posisinya di Indonesia tetapi juga menciptakan reputasi yang solid di kalangan konsumen internasional. Ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan adaptasi dalam dunia otomotif yang terus berkembang.
Dengan meningkatkan hubungan kemitraan dengan suplier lokal dan memperkuat jaringan distribusinya, Hino berharap dapat memperluas kehadirannya di berbagai benua dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Secara keseluruhan, Hino tidak hanya berinvestasi dalam bisnis tetapi juga dalam masyarakat dan ekonomi Indonesia. Dengan fokus pada keberlanjutan dan pengembangan, Hino berupaya untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi industri otomotif nasional.




