Ratusan mobil listrik dari pabrikan terkenal mengalami masalah serius yang menyebabkan pihak perusahaan melakukan penarikan kembali. Dalam kasus terbaru, Mercedes-Benz menarik kembali sejumlah unit EQB di Amerika Serikat karena potensi korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran.
Kendaraan listrik telah menjadi salah satu pilihan utama bagi konsumen yang peduli terhadap lingkungan. Dengan berkembangnya teknologi baterai, perusahaan otomotif terus meningkatkan efisiensi dan keamanan produk mereka, namun tetap ada tantangan yang harus dihadapi.
Dalam penarikan terbaru ini, Mercedes-Benz memberikan instruksi tegas kepada pemilik untuk membatasi pengisian daya hingga 80 persen. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya “peristiwa termal” yang dapat mengancam keselamatan pengemudi dan penumpang.
Masalah yang Ditemui pada Mercedes-Benz EQB dan Dampaknya
Pihak Mercedes-Benz mengungkapkan bahwa masalah ini terutama dialami oleh 169 unit EQB, termasuk model EQB 300 4Matic dan EQB 350 4Matic. Meskipun kasus ini terbilang kecil, tetapi cukup serius mengingat potensi kebakaran yang dapat muncul akibat korsleting pada sel baterai.
Sebagai langkah pencegahan, pemilik mobil listrik ini diimbau untuk tidak mengisi daya baterai mereka lebih dari 80 persen. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak terjadi kasus kebakaran yang dapat berakibat fatal.
Tindakan penarikan kembali ini menunjukkan komitmen Mercedes-Benz dalam menjaga keselamatan konsumennya. Di samping itu, mereka juga telah pernah mengeluarkan panduan serupa untuk menarik lebih dari 7.000 SUV pada awal tahun sebelumnya karena risiko kebakaran yang ditemukan pada model lain.
Ini bukan kali pertama perusahaan harus menghadapi masalah berkaitan dengan keamanan baterai. Dengan riset yang terus dilakukan, diharapkan masalah seperti ini tidak akan terulang di kemudian hari.
Prosedur Penarikan Kembali dan Perbaikan Kendaraan
Pemilik kendaraan yang terpengaruh disarankan untuk segera menghubungi dealer resmi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Prosedur penarikan kembali ini meliputi pembaruan perangkat lunak yang diharapkan dapat memperbaiki masalah yang ada.
Mercedes-Benz berjanji akan memberikan solusi yang cepat dan efisien bagi para pemilik EQB yang terlibat dalam penarikan ini. Dengan pembaruan teknologi, perusahaan berharap dapat meningkatkan performa dan keamanan kendaraan.
Setelah proses perbaikan dilakukan, pengisian daya kendaraan dapat dilakukan normal kembali. Namun, selama masa penarikan ini, pembatasan pengisian daya tetap diberlakukan untuk mencegah risiko kebakaran.
Dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh perusahaan, diharapkan kepercayaan konsumen terhadap Mercedes-Benz tidak terganggu. Manajemen perusahaan akhirnya berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan berkala guna mendeteksi potensi masalah pada produk mereka.
Perbandingan dengan Recall Sebelumnya dan Masa Depan Kendaraan Listrik
Recall kendaraan listrik bukanlah hal yang asing dalam industri otomotif saat ini. Memang, setiap kali teknologi baru diperkenalkan, ada kemungkinan adanya masalah yang muncul, dan perusahaan harus cepat merespons.
Pada awal tahun 2025, Mercedes-Benz telah menarik kembali lebih dari 7.000 unit kendaraan yang juga mengalami masalah serupa. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga dan mendorong perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam merilis produk baru.
Dengan perkembangan teknologi baterai yang berkelanjutan, harapan masa depan kendaraan listrik adalah untuk mencapai tingkat keamanan dan efisiensi yang lebih tinggi. Ini akan menciptakan kepercayaan lebih bagi para konsumen dalam memilih kendaraan berbasis listrik.
Sebagai bagian dari upaya untuk menjaga citra dan reputasi mereka, Mercedes-Benz berkomitmen untuk meningkatkan sistem monitor dan kontrol pada semua model baru. Dengan langkah-langkah ini, mereka berharap dapat mengurangi kemungkinan masalah serupa di masa depan.




