Industri sepeda motor di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang meskipun menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai bahwa tahun 2026 masih menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan walaupun ada faktor-faktor penghambat yang perlu dihadapi.
Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah penerapan pajak opsen di berbagai daerah, yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Ketidakstabilan ini dapat berpengaruh terhadap permintaan konsumen, dan AISI berharap agar pemerintah daerah menawarkan insentif yang meringankan beban pajak kendaraan.
Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, mengingatkan bahwa meskipun pemerintah daerah membutuhkan peningkatan pendapatan, kenaikan pajak harus diimbangi dengan kebijakan yang mendukung industri otomotif. Masyarakat yang cenderung memilih sepeda motor sebagai solusi transportasi sehari-hari juga perlu mendapatkan dukungan agar daya beli mereka tetap stabil.
Faktor-faktor Geopolitik yang Mempengaruhi Industri Sepeda Motor
Di samping pajak daerah, kondisi geopolitik global juga berperan dalam mempengaruhi industri otomotif, khususnya sepeda motor. Ketidakpastian yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat menyebabkan fluktuasi harga bahan baku, yang pada gilirannya memengaruhi produksi sepeda motor di dalam negeri.
Keadaan ini menciptakan tantangan tambahan bagi industri, karena biaya produksi yang tinggi dapat memengaruhi harga jual. Hal ini pun berpotensi menurunkan daya tarik sepeda motor di pasar yang sudah kompetitif.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga dapat memengaruhi permintaan konsumen. Jika musim hujan berkepanjangan atau cuaca ekstrem terjadi, maka minat masyarakat untuk membeli sepeda motor bisa berkurang.
Peran Pembiayaan dalam Meningkatkan Penjualan
Pembiayaan kendaraan menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam pertumbuhan industri sepeda motor di Indonesia. Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan kredit untuk membeli sepeda motor, dengan kontribusi pembiayaan mencapai 65 persen dari total penjualan.
Keberadaan lembaga pembiayaan menjadi pendukung utama dalam menstabilkan dan meningkatkan permintaan pasar. Dalam situasi di mana daya beli masyarakat menurun, banyak orang yang beralih ke sepeda motor sebagai solusi efisien untuk kegiatan ekonomi dan transportasi sehari-hari.
Meskipun terjadi penurunan daya beli, sektor ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. AISI mencatat bahwa pada tahun lalu, penjualan sepeda motor masih dapat mencapai angka yang diharapkan, berkat daya tarik kendaraan yang dianggap lebih terjangkau.
Pencapaian Penjualan Sepeda Motor di Tahun Terakhir
Selama tahun 2025, AISI berhasil mencatat penjualan sebanyak 6.412.769 unit sepeda motor. Angka tersebut hampir mencapai target yang ditetapkan, yang berkisar antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Penjualan bulanan yang mencapai sekitar 535.000 unit menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat. Efisiensi dan fungsi kendaraan ini dalam memenuhi berbagai kebutuhan, baik untuk keperluan sehari-hari maupun sebagai sarana rekreasi, membuatnya tetap relevan.
Komitmen untuk mempertahankan pertumbuhan ini sangat penting bagi sektor industri. AISI berharap bahwa tren positif ini tidak hanya dapat berlanjut, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada perekonomian nasional.
Segmentasi Pasar Sepeda Motor di Indonesia
Dalam analisis pasar, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di Indonesia. Kontribusi skutik mencapai 91,7 persen dari total penjualan, menunjukkan bahwa kendaraan ini sangat diminati masyarakat karena kemudahan dan kenyamanannya.
Sementara itu, segmen lainnya seperti motor underbone dan sport masing-masing memberikan kontribusi 4,46 persen dan 3,51 persen. Kendaraan listrik, meskipun masih baru, perlu perhatian lebih untuk meningkatkan kontribusinya yang saat ini masih di bawah 1 persen.
AISI menyadari pentingnya inovasi dan pengenalan produk baru untuk merangsang minat konsumen. Ke depan, beragam jenis sepeda motor yang ramah lingkungan akan semakin diperhatikan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus berubah.




